English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
1 2 3 4

Tips Fengshui Kamar Bentuk L



Mungkin sudah Anda ketahui bahwa lahan ataupun kamar yang berbentuk L merupakan salah satu bentuk yang sebaiknya dihindari.

 Bentuk ini memungkinkan terjadinya formasi panah beracun atau sudut tajam yang berpotensi merusak energi dalam space yang digunakan, terutama sudut dimana terjadi pertemuan kedua bidang tersebut. Namun bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki ruang dan lahan berbentuk ini, ataupun sudah dalam proses pembangunan, janganlah berkecil hati karena bentuk L tidaklah buruk sepenuhnya setelah disiasati dengan tips feng shui sebagai berikut.

Tips yang paling sederhana berawal dari strategi untuk membagi lahan berbentuk L tersebut menjadi 2 bagian utama yang masing-masing membentuk persegi panjang, baik dengan menggunakan partisi sementara maupun dengan membangun dinding pemisah (yang tentunya dilengkapi dengan pintu), sehingga format lahan tidak berbentuk L lagi, melainkan 2 persegi panjang yang dihubungkan dengan sebuah pintu ataupun space partisi.

Jika Anda menggunakan partisi, pastikan juga bahwa sudut tajam yang terbentuk dari perpaduan 2 bidang tadi Anda samarkan dengan menggunakan misalnya pot/vas bunga yang cukup tinggi untuk menutupi sudut tajam, atau dengan menggantung dekorasi tanaman merambat yang juga menghilangkan kesan tajam sudut dinding tersebut.

Adapun dampak buruk dari bentuk L ini dapat diredam bahkan diminimalisir sepenuhnya bila pintu masuk utama menuju ruang ini dipilih mewakili arah yang sesuai dan menguntungkan bagi penghuni, sehingga merubah denah dengan memindahkan pintu yang sebenarnya sudah sesuai arahnya dengan arah keberuntungan, sebaliknya akan memberikan dampak yang lebih tidak diinginkan. Namun perlu diketahui untuk lahan yang berbentuk L maka tentu saja bangunan yang dapat dibangun akan mengalami 'kehilangan' beberapa sektor, dan perlu diwaspadai bila sektor yang 'hilang' tersebut adalah sektor keberuntungan.

Next

Desain Ruang Keluarga



Sejuk dan menyenangkan. Itulah kesan pertama yang terasakan pada ruang keluarga di rumah. Tata interiornya rapi dan clean, sehingga memberi kesan sebuah rumah yang bersih dan sehat. 

Secara keseluruhan, desain arsitektur rumah ini tergolong “kuno”. Dibuat lebih dari sepuluh tahun lalu, gaya arsitektur bangunan mengadopsi desain mediteranean yang dikombinasi dengan material alami, antara lain berupa kayu dan batu-batuan.

Tata interiornya juga seperti "ketinggalan zaman". Namun jika diamati, kesederhanaan penataan justru mem buat ruang selalu mampu mengikuti per kembangan tren. Pemilik memadu pa dan kan furnitur lama yang cenderung klasik dengan furnitur baru yang relatif modern. Keduanya ditata sesuai fungsi. Sentuhan artwork di dinding membuat interior hunian semakin cantik.

Tertata rapi, interior rumah tak ber kesan formal. Penghuni pun selalu merasa nyaman dan rileks melakukan aktivitas di setiap ruang. Lay out ruang membuat siapa pun bisa beraktivitas dengan leluasa. Untuk mencapai semua itu diterap kan juga sebuah desain yang mampu selalu berevolusi. Desain ini dibuat setahap demi seta hap.

Sebagai contoh, ruang keluarga. Ruang ini berada pada tengah-tengah bangunan, sehingga menjadi sebuah sentral. Ruang ini memiliki jendela pada bagian dinding atas. Jendela kaca tinggi, mengganti kan dinding yang berhubungan langsung dengan taman. Di ruang yang menjadi sentral rumah ditem patkan satu sofa modern tiga dan satu dudukan berukuran besar. Penam pilan nya disesuaikan dengan furnitur lama, berupa meja kotak kaca dan meja sudut ber gaya klasik, serta lemari televisi.

Contoh lain, ruang tamu dengan dua sofa lama armless dan meja bulat dari rangka besi melingkar. Sebuah cerukan ditempatkan pada dinding sebagai tempat memajang pernik dan tanaman. Cerukan merupakan salah satu cara untuk mengakali tampilan dinding sehingga menjadi lebih menarik. Cara “kuno” tersebut kini banyak diterapkan sebagai pemanis dinding sekaligus solusi mengatasi keterbatasan lahan.

Next

Mencegah Kebocoran di Musim Hujan


Atap rumah memiliki peranan penting dalam menjaga air hujan agar tidak masuk ke dalam rumah, untuk itu dalam mempersiapkan rumah menghadapi musim hujan atap rumah sudah harus direncanakan sejak awal.

  1. Periksalah bagian atap rumah apakah ada bagian yang lepas, asbes yang bocor, atau ada genteng yang harus diganti.
     
  2. Untuk atap yang terbuat dari beton, asbes, atau sirap perhatikan adanya kemungkinan retak halus, jika ada lapis dengan kawat kasa  dan lem waterproof. Untuk retak berukuran besar, harus dibuka dan diplester kembali. 
     
  3. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan rutin 2 atau 3 bulan sekali untuk mencegah kebocoran akibat retak halus. Biasanya setelah 3 atau empat kali hujan besar baru terlihat adanya bocor dan air yang merembes, jika dibiarkan bisa membuat atap lapuk.
     
  4. Sudut-sudut antara tembok dan atap diperiksa ulang lantaran plester semen dan atap biasanya sering terjadi bocor. Plafon yang lembab akibat rembesan air juga perlu diganti, perbaiki sedini mungkin untuk meminimalkan biaya dan keselamatan orang di rumah. 
     
  5. Gunakan alumunium foil ukuran 1 - 2 mili sebagai pelapis antara plafon dan genteng. Ini berfungsi untuk melindungi plafon dari tetesan air akibat pemasangan genteng yang kurang sempurna disamping mengurangi penyerapan panas.
     
  6. Sudut kemiringan genteng terkadang diabaikan ketika membangun rumah, sudut ini berfungsi untuk membentuk ketahanan terhadap hujan. Misalnya untuk genteng keramikmembutuh kan sudut kemiringan lebih dari 30 derajat, sedangkan asbes 15 derajat. Gunakan lidah atap dengan panjang dan lebar yang telah disesuaikan untuk melindungi lantai teras dan dinding dari tampias hujan angin.
     
  7. Pemakuan asbes yang tidak benar akan menimbulkan titik-titik rembesan baru, perhatikan cara pemasangan baut atau paku. Asbes tidak dapat dipaku dengan menggunakan paku sembarangan, gunakan paku khusus asbes dan sebelumnya harus dibor dulu, dipasang paku yang sudah dilapisi karet dan dipelingkut pada area paku.
     
  8. Atap rumah yang sesuai untuk daerah tropis berbahan genteng keramik karena bersifat liat sehingga mampu menghadapi perubahan cuaca dan suhu.
Next

Tips Menata Rumah Mungil


Rumah merupakan tempat istirahat setelah lelah seharian beraktifitas. Rumahku Istanaku, istilah tersebut memang tepat untuk menggambarkan betapa rindunya kita akan rumah yang nyaman, namun jika rumah terlalu kecil dan mungil dapatkah dibuat menjadi istana yang nyaman? Ikuti tips berikut.

Memiliki rumah yang mungil bukan berarti Anda tidak dapat menikmati kenyamanan. Kesan indah, rapih, dan lapang masih dapat anda dapatkan jika mengetahui triknya.

Agar rumah mungil Anda terliahat lapang dan nyaman, berikut tips yang dapat Anda lakukan :

  1. Manfaatkan ruangan kosong seefisien mungkin. 
    Ruang-ruang kosong yang tidak terisi dapat anda gunakan sebagai tempat meletakkan barang. Di bawah tangga misalnya, dapat anda isi dengan perabot atau perkakas yang sering anda gunakan sehari-hari seperti alat berkebun, perkakas tukang, rak sepatu, dll., namun hindarkan menumpuk barang sehingga ruangan akan terlihat tidak rapih dan padat.
  2. Mainkan pencahayaan lampu di dalam rumah. 
    Cahaya lampu yang dapat anda gunakan yaitu kuning dan putih. Lampu kuning akan memberikan kesan hangat, segar, alami dan romantis. Sedangkan lampu putih akan memberi efek formal, dingin, luas, dan bersahabat.
  3. Peletakan jendela dan pemilihan kaca. 
    Pengaturan posisi jendela dan kaca yang digunakan juga sangat  penting dalam membuat rumah anda terlihat lebih luas. Hindari menggunakan ukuran jendela yang besar dan kaca yang terlalu banyak motif. Pada saat membangun rumah posisi jendela harus dipasang pada posisi yang tepat agar sinar matahari dapat bebas masuk dan membantu sirkulasi rumah sehingga memberikan kehangatan dan memperluas pandangan.
  4. Pemilihan warna cat atau kertas dinding. 
    Ada baikknya anda memilih warna dinding yang terang dan cerah untuk menghindarkan rumah terlihat sempit. Jika ingin menggunakan kertas dinding (wallpaper), pilihlah yang bermotif garis-garis tipis, atau kotak-kotak kecil.
  5. Tangga rumah.
    Untuk rumah yang terdiri dari dua lantai, tangga sebaikknya dipilih dari bahan logam karena lebih ringan dan ramping.
  6. Bahan dan bentuk mebel rumah.
    Pergunakan mebel atau perabot rumah tangga yang berdesain simpel dan warna yang menyerupai warna dinding. Selain tidak menghasilkan efek sempit dan berat, perabot tersebut akan mempermanis pandangan di dalam ruangan.
Next

Merenovasi Rumah Dalam Tujuh Langkah Mudah


Mengubah suasana rumah perlu dilakukan untuk memberi kesegaran baru, memerbaiki sudut-sudut rumah, dan mempercantik bagian-bagian yang mulai tidak sedap dipandang mata. Namun di saat harga-harga yang semakin tinggi membuat orang berfikir dua kali untuk melakukannya.

Dengan sedikit usaha keinginan tersebut dapat diwujudkan. Berikut tips untuk anda :

1. Tentukan skala prioritas

Tidak perlu semua bagian direnovasi, anda dapat menentukan bagian mana saja yang memang sudah harus diperbaiki dengan membuat skala prioritas.

2. Tentukan besar anggaran 
Keinginan untuk merenovasi bagunan rumah terkadang terbatasi oleh kemampuan anggaran. Oleh karena itu pastikan terlebih dahulu berapa besar anggaran yang anda miliki sehingga memudahkan dalam menentukan memilih bagian rumah mana yang akan direnovasi.

3. Pilihlah area yang tepat
Area rumah yang akan direnovasi memengaruhi nuansa rumah secara keseluruhan. Merenovasi kamar mandi atau kamar tidur misalnya, akan memberikan semangat baru, kesegaran baru bagi pemiliknya.

4. Kerjakan sendiri 
Ada beberapa hal yang dapat dikerjakan sendiri sehingga anda tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar tukang. Seperti mengecat tembok rumah, hal tersebut dapat dilakukan bersama-sama dengan keluarga yang justru bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

5. Survei hargaJika anda ingin mengubah tampilan rumah dengan mengganti materialnya, ada baiknya anda melakukan survei terlebih dahulu. Bandingakan dengan harga ditempat lain, dan seandainya ada anda bisa mencari pengganti alternatif yang menyerupai misalnya lantai keramik berpola marmer dapat anda jadikan pengganti lantai marmer. Disamping harganya yang lebih murah, corak dan desainnya juga tidak jauh berbeda dengan lantai marmer.

6. Rencanakan dengan matangBuatlah sebuah rencana renovasi dengan matang, untuk menghindari terjadinya perubahan-perubahan saat proses pengerjaan. Karena tanpa disadari perubahan-perubahan tersebut justru akan memperbesar anggaran anda.

7. BerkreasilahTidak semua renovasi rumah harus menggunakan perabot baru. Anda dapat menciptakan barang-barang perabot yang tidak kalah bagusnya dengan yang baru dengan memanfaatkan perabot-perabot lama seperti meja belajar yang telah tidak terpakai dapat anda gunakan sebagai meja dapur, atau bekas salon audio dapat anda sulap menjadi meja mini untuk anak anda belajar.

Selamat merenovasi rumah anda.
Next

Memanfaatkan Teras Belakang Rumah



Bagi Anda yang memiliki lahan sisa di belakang, usahakan jangan dibiarkan begitu saja. Anda bisa membuat teras belakang rumah dengan memanfaatkan lahan sisa ini. Berdasarkan penempatannya, teras belakang rumah ini merupakan ruang yang fungsinya hampir sama dengan ruang keluarga.

Penutup Atap Struktur Kantilever
Agar terkesan ringan, penutup atap teras ini menggunakan struktur kantilever. Kelebihan struktur ini adalah tidak membutuhkan tempat yang luas untuk tumpuan strukturnya karena tumpuan kantilever hanya pada satu sisi.

Ada dua perkuatan yang digunakan untuk tumpuan stukturnya. Satu berada pada rangka atap yang dibaut ke dinding, dan kedua berada pada kekuatan tali baja yang dikaitkan dengan rangka atap dan dinding.

Tali baja sebaiknya disangkutkan pada rangka atap dengan jarak lebih dari setengah bentangan rangka dan kalau bisa sampai ujung rangka. Jarak yang jauh ini bertujuan agar atap tidak mudah melengkung ke bawah.

Karena bagian belakang rumah ini menghadap ke barat maka perlu diperhatikan juga besar penampang penutup atapnya sehingga ketika sore hari sinar matahari masih terhalang oleh penutup atapnya.

Pemilihan Material
Hendaknya pemilihan material untuk elemen dinding, lantai, atau penutup atapnya dipehatikan agar ketika berada di dalamnya Anda merasa nyaman. Sebaiknya material lantai dipilih yang tidak licin. Hal ini mengingat teras berada di luar ruangan sehingga rentan terkena air.

Demikian juga dengan material penutup atapnya. Agar terkesan tidak gelap, Anda bisa menggunakan material atap transparan seperti polikarbonat.

Next
 
VILLA PEDURENAN INDAH 2 | by Maman Lukman ©2011